Di era modern ini, masih banyak orang tua yang mau menyekolahkan anaknya di pesantren. Tujuannya adalah agar anak-anak mereka menjadi santri yang bisa belajar ilmu agama lebih intensif. Dengan demikian, mereka diharapkan akan memiliki ilmu agama yang cukup. Namun, pada kenyataanya masih banyak santri yang sudah lama tinggal di pesantren tetapi belum memilki kemampuan atau pengetahuan agama yang memadai.

Tidak hanya di bidang ilmu agama saja, era modern ini menuntut santri juga harus mendalami ilmu umum, sebut saja ilmu sosial, alam, budaya, politik dan lain sebagainya. Sebab, santri diharapkan menjadi orang-orang yang bisa ditempatkan di mana saja dan mampu mengondisikan diri dengan siapapun.

Dalam belajar, santri diharapkan bersabar dan bersungguh-sungguh serta konsisten atau istiqomah. Dalam pesantren para santri akan dididik menjadi orang yang berilmu menggunakan al-Qur’an sebagai acuan utamanya dan kitab-kitab yang lain sebagai tambahan. Dengan itu, santri akan mendapatkan ilmu yang akan berguna bagi dirinya dan bagi orang lain. Sebab, ilmu akan sulit didapatkan jika para santri hanya bermalas-malasan saja. Sama yang dikatakan oleh Syeikh Syarifuddin Yahya Al Imrithi dalam kitab Al-‘Imrithy yaitu la tarum ‘ilman wa tatruka al- ta’ab yang artinya yaitu tidak akan memperoleh ilmu bersamaan orang yang tidak meninggalkan enak-enakan.

Santri sekarang ini diharapkan menjadi santri yang persegi. Apa itu santri persegi? Persegi memiliki empat sisi yang sama panjangnya. Santri persegi yaitu santri yang mampu menempatkan dirinya di segala tempat, dan mempunyai keunggulan yang sama baiknya di berbagai aspek kehidupan. Baik itu yang bersifat agama, ataupun yang bersifat umum. Menjadi manusia yang berjiwa kesatria dan memilki pengetahuan yang cukup tentang agama. Misalnya menjadi pendidik, atau berpartisipasi dalam menyebarkan kebaikan.

Oleh karena itu, para santri sekarang mesti menjadi orang yang memiliki pengetahuan dan kemampuan dalam bidang agama juga dalam bidang umum, agar bisa memberikan kontribusi untuk kemaslahatan masyarakat. Dengan mempelajari dan mendalami Al-Qur’an dan buku-buku yang lain. Orang yang memahami al-Qur’an dan pedoman ilmu yang lain misalnya hadis dan kitab-kitab para ulama dengan baik akan mampu menjadikan dirinya seorang yang membawa perubahan masyarakat.

Dalam masyarakat yang sedang tren dengan hal-hal baru seperti model berpakaian, bertingkah laku, dan sebagainya. Bukanlah sosok santri yang masih tergiur dengan hal-hal tersebut, haruslah dia membawa masyarakat kepada hal-hal positif yang akan menjadikan masyarakat lebih baik lagi. Dengan menjadi pelopor orang yang mampu memfilter atau menyaring hal-hal baru, mengambil hal-hal yang positif dan berguna bagi kehidupan.

Peran santri di era modern sangat menentukan dan mensukseskan dalam mengaplikasikan nilai-nilai yang ada di bangsa ini. Sebab, yang dibutuhkan masyarakat sekarang yaitu, adanya generasi penerus bangsa tidak hanya memiliki kemampuan atau pengetahuan umum saja tetapi yang memiliki jiwa yang religius. Dengan ilmu dan akhlak yang berpegang teguh pada syariat, akan melahirkan santri yang mampu mengondisikan atau membawa bangsa ini menjadi lebih baik.

Dengan berbekal ilmu yang didapat dari pesantren yaitu pemahaman tentang al-Qur’an dan kitab-kitab lain yang berisi tentang ilmu agama dan ilmu yang lain, santri saat ini diharapkan mampu menjadi santri persegi. Dengan terciptanya santri persegi diharapkan mampu membawa masyarakat menjadi pribadi-pribadi yang baik dan maju. Wallahu ‘alam bi al-shaawab