Tidak dapat dipungkiri pernyataan yang dikeluarkan oleh WHO (World Health Organitation) bahwa tidak mungkin ada negara yang dapat terbebas dari wabah virus korona. WHO menyatakan hal itu, agar semua negara melakukan antisipasi dan pencegahan terhadap masuknya virus korona. Dan kini virus korona sudah masuk ke Indonesia. Kabar ini diumumkan secara resmi oleh Presiden RI, Joko Widodo pada Senin (2/3). Walaupun sempat terjadi simpangsiur tentang berita masuknya virus korona (covid-19), kabar mengenai ha itu kini merupakan fakta yang tak bisa dibantah.
Dengan adanya berita ini, masyarakat harus tetap tenang dan tentu tetap waspada terhadap adanya wabah covid-19. Kepanikan dan ketakutan hanya akan mempersulit keadaan. Walapun begitu, masyarakat harus tetap menjaga dan mencegah kemungkinan buruknya. Dengan menjaga kebersihan dan kesterilan barang yang digunakan. Tentu juga tidak sembarangan dalam berbagai hal.
Wabah semacam ini tidak hanya terjadi seperti sekarang. Pada zaman Nabi Muhammad SAW. pun pernah terjadi wabah. Pada zaman Nabi, pernah terjadi wabah Lepra atau disebut juga penyakit Kusta. Wabah penyakit ini mudah menular. Oleh sebab itu, nabi pun melarang kepada para sahabatnya untuk lama-lama melihat orang yang terkena kusta atau lepra. ”Janganah kalian berlama-lama melihat orang-orang yang terkena lepra atau kusta.”(H.R Bukhori). Nabi menganjurkan untuk tidak mendekati orang yang terkena wabah penyakit tersebut. Nabi juga bersabda, “Janganlah kalian memasuki daerah yang terkena wabah, dan ketika kamu berada di dalamnya janganlah kamu keluar dari daerah tersebut.”
Idealitasnya semua lapisan masyarakat bergerak untuk melakukan pencegahan terhadap virus mematikan ini. Namun pada kenyataannya, banyak pihak yang menggunakan kesempatan ini untuk kepentingan diri mereka sendiri. Mereka menimbun masker dengan tujuan menjualnya dengan harga yang lebih tinggi. Hal ini harus ditangani secara serius oleh pihak berwajib pada khususnya, dan umumnya seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya masker, bahan pokok pun ditimbun saat orang sedang berbondong-bondong untuk memborong bahan pokok karena takut ketika nanti wabah itu meluas maka akan sulit untuk mendapatkan bahan pokok.
Masyarakat tentunya tidak hanya mengandalkan pemerintah saja. Adanya gerakan dari masyarakat sendiri akan mempermudah untuk pencegahan secara efektif. Saat ini pemerintah sudah menyusun protokol untuk menangkal virus korona. Protokol tersebut yaitu protokol kesehatan, protokol komunikasi, protokol pendidikan, dan protokol pencegahan di lintas batas negara.
Tidak hanya bergantung pada protokol yang telah disusun pemerintah. Jika protokol itu tidak diimplemenlastikan oleh pemerintah dan masyarakat, itu hanya akan menjadi sebuah angan-angan belaka. Memang semua berawal dari sebuah pemikiran atau sebuah gagasan. Realisasi hal ini merupakan hal yang urgent, mengingat covid-19 yang sudah masuk ke Indonesia. Perlu tindak lanjut yang serius dari pemerintah dan juga masyarakat sendiri.
Dampak yang timbul akibat covid-19 ini tidak hanya pada ketakutan masyarakat. Namun berdampak juga pada ekonomi masyarakat bahkan pada ekonomi negara. Semua orang berbondong-bondong untuk membeli bahan makanan pokok. Karena apa? Karena takut nantinya ketika wabah virus korona itu benar-benar mewabah di Indonesia, akan sulit untuk mendapatkan bahan makanan pokok. Dan saat ini pun, sebagian orang memanfaatkan keadaan tidak kondusif ini untuk keuntungan pribadi.
Rumah sakit menjadi komponen yang sangat vital, baik itu rumah sakit daerah maupun rumah sakit pusat. Kesiapan rumah sakit dalam menghadapi pasien yang terkena virus korona secara tiba-tiba perlu dibenahi. Dengan adanya pelatihan pada petugas rumah sakit diharapkan saat terjadi kemungkinan terburuk maka petugas rumah sakit sudah siap untuk menghadapi hal itu.
Tidak hanya menyediakan ruang isolasi untuk pasien yang terkena covid-19 dan berdasar pada prosedural yang berlaku, namun perlu juga untuk penjagaan dan penaganan super intensif kepada pasien. Selain itu, rumah sakit juga harus berisap untuk keadaan darurat sekalipun. Ada baiknya jika setiap rumah sakit untuk menyediakan emergency preparadness drill terkhusus untuk penanganan virus korona.
Pelatihan kepada seluruh elemen rumah sakit baiknya tidak hanya untuk penanganan terhadap individual, tetapi juga komunal. Ha ini bertujuan, jangan sampai Indonesia mengalami hal yang sama dengan negara-negara yang sudah terpapar virus korona ini secara luas. Indonesia masih dalam tahap awal terkena virus korona. Jadi sangat vital untuk melakukan pengamanan dan penanganan yang ekstra supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Oleh sebab itu, kesiapan rumah sakit sangat vital dalam penanganan hal ini. Wallahu a’lam bi al-shawaab
.jpeg)
0 Komentar