Di zaman yang sudah serba mudah ini, serba digital, apa saja bisa di kabarkan atau bisa di informasikan oleh siapa saja dan dimana saja serta kapan saja dengan tanpa hambatan. Dalam media masa kemudian dikenal sebuah istilah buzzer. Apa yang dimaksud dengan buzzer? Istilah buzzer ini pertama kali dikeluarkan di Amerika pada tahun 2016. Buzzer disebut dengan orang mempromosikan atau mendengungkan sesuatu hal atau informasi dengan memposting di akun media sosialnya.
Dengan banyaknya para buzzer yang masuk dalam dunia politik atau bisnis yang mana mereka meneyebarkan berita seperti mengampanyekan partai politik atau calon legislative tertentu dengan cara menyebarkan berita-berita hoax yang mana berita itu bisa menjatuhkan atau menjadikan nama baik lawannya jelek di mata masyarakat. Karena saking banyaknya berita kebohongan yang di beritakan atau di posting secara terus menerus dan berulang-ulang, kemudian seiring waktu kebohongan itu akan dianggap sebagai kebenaran oleh masyarakat.
Namun, perlu diketahui bahwa buzzer tidak hanya yang negative saja. Ada juga ¬buzzer positif. Tergantung orang yang menyebarkannya. Karena media social hanyalah sebuah alat atau wadah bagi semua orang untuk menginformasikan suatu hal kepada orang lain dengan tujuan tertentu. Buzzer positif adalah orang yang mempromosikan atau mendengungkan suatu hal tertentu yang baik dengan tujuan yang baik pula seperti kejujuran, perdamaian, dan hal baik lainnya.
Hal tersebut menjadi sebab harus adanya pergerakan dari para santri khususnya untuk menjadi pelopor buzzer positif. Karena santri merupakan orang yang lebih banyak mengetahui tentang hal-hal kebaikan seperti kejujuran, perdamaian dan yang lain. Tidak melulu soal politik ataupun bisnis. Pada intinya para santri mesti mendengungkan dengan aktif di media social konten-konten positif kepada masyarakat luas. Karena pergerakan buzzer negative itu aktif, maka para santri sebagai buzzer positif mesti bergerak lebih aktif ketimbang para buzzer negative dalam mendengungkan konten-konten yang positif.
Dalam menyebarkan atau mendengungkan konten positif di media social , para santri bisa bekerja sama atau menggandeng orang-orang yang berkualitas dan memiliki banyak follower atau pengikut. Dengan begitu konten-konten positif yang didengungkan bisa diterima oleh masyarakat luas.
Konten positif yang bisa didengungkan oleh para santri saat ini yaitu tentang perdamaian. Hal ini dikarenakan Indonesia terdiri dari berbagai suku dan golongan. Sementara, banyak sekali kelompok buzzer perpecahan yang mana mereka melakukan hal tersebut hanya untuk memenuhi kepentingan sesaat mereka. Kemudian karena hal tersebut masyarakat yang memiliki perbedaan mudah sekali untuk terpancing amarahnya yang akan menimbulkan perpecahan yang tak dapat terhindarkan.
Maka dari itu para santri mesti mendengungkan perdamaian kepada masyarakat luas. Perbedaan memang sunnatulloh yang tidak dapat dihindarkan. Dan perbedaan yang ada bukanlah hal negative. Perbedaan yang dikelola dengan baik, dengan menganggapnya sebagai suatu kekayaan Indonesia dan saling menghormati perbedaan yang ada maka akan tercipta masyarakat yang damai. Para buzzer positif bisa menarik simpati masyarakat untuk berdamai antara satu kelompok satu dan kelompok yang lain, walaupun terdapat perbedaan diantara keduanya. Wallahu a'lam bi al-shaawab
.jpeg)
0 Komentar